Sabtu, 22 Juni 2019

Aretha Franklin - Son Of A Preacher Man

Memutar musik kini bisa dilakukan dengan mudah kapan dan di mana saja. Cuma dengan satu perangkat genggam, semua orang bisa mendengarkan musik atau mendengerkan video musik favorit mereka melalui sebuah layanan offline atau online.

Jika ingin melakukannya secara online, mereka musti menyambung dengan koneksi internet untuk dapat memutar setiap lagu yang mereka ingin mainkan.

Ada ribuan software pemutar musik dan video musik online yang bisa dipasang ke perangkat smartphone atau komputer. Umumnya layanan tersebut cuma cuma.

Aretha Franklin - Son Of A Preacher Man

Billy Ray was a preacher's son
Billy Ray adalah putra seorang pengkhotbah
And when his daddy would visit he'd come along
Dan ketika ayahnya akan berkunjung, dia ikut
When they gathered around and starting talkin'
Ketika mereka berkumpul dan mulai berbicara
That's when Billy would take me walkin'
Saat itulah Billy akan membawaku berjalan
Out through the back yard we'd go walkin'
Keluar melalui halaman belakang, kita akan pergi.
Then he'd look into my eyes
Lalu dia akan menatap mataku
Lord knows, to my surprise
Tuhan tahu, yang mengejutkan saya

The only one who could ever reach me
Satu-satunya yang bisa menghubungi saya
Was the son of a preacherman
Adalah putra seorang pendeta
The only boy who could ever teach me
Satu-satunya anak lelaki yang bisa mengajari saya
Was the son of a preacherman
Adalah putra seorang pendeta
Yes he was, he was, ooh, yes he was
Ya dia, dia, ooh, ya dia

Bein' good isn't always easy
Baik tidak selalu mudah
No matter how hard I try
Tidak peduli sekeras apa pun aku berusaha
When he started sweet-talkin' to me
Ketika dia mulai berbicara manis padaku
He'd come'n tell me Everything is all right
Dia akan datang memberitahuku semuanya baik-baik saja
He'd kiss and tell me Everything is all right
Dia mencium dan memberi tahu saya bahwa semuanya baik-baik saja
Can I get away again tonight?
Bisakah saya pergi lagi malam ini?

The only one who could ever reach me
Satu-satunya yang bisa menghubungi saya
Was the son of a preacherman
Adalah putra seorang pendeta
The only boy who can ever teach me
Satu-satunya bocah yang bisa mengajari saya
Was the son of a preacherman
Adalah putra seorang pendeta
Yes he was, he was, ooh, yes he was (yes he was)
Ya dia, dia, ooh, ya dia (ya dia)

How well I remember
Seberapa baik saya ingat
The look that was in his eyes
Ekspresi yang ada di matanya
Stealin' kisses from me on the sly
Mencuri ciuman dari saya secara diam-diam
Takin' time to make time
Waktu Takin untuk meluangkan waktu
Tellin' me that he's all mine
Katakan padaku bahwa dia milikku
Learnin' from each other's knowin'
Belajar dari pengetahuan satu sama lain
Lookin' to see how much we've grown and
Mencari untuk melihat berapa banyak kita telah tumbuh dan

The only one who could ever reach me
Satu-satunya yang bisa menghubungi saya
Was the son of a preacherman
Adalah putra seorang pendeta
The only boy who could ever teach me
Satu-satunya anak lelaki yang bisa mengajari saya
Was the son of a preacherman
Adalah putra seorang pendeta
Yes he was, he was, ooh, yes he was
Ya dia, dia, ooh, ya dia

(The only one who could ever reach me)
(Satu-satunya yang bisa menghubungi saya)
He was the sweet-talkin' son of a preacherman
Dia adalah putra seorang pengkhotbah yang manis
(The only boy who could ever teach me)
(Satu-satunya anak laki-laki yang bisa mengajari saya)
Was the son of a preacherman
Adalah putra seorang pendeta

(The only one who could ever reach me)
(Satu-satunya yang bisa menghubungi saya)
Was the sweet-talkin' son of a preacherman
Adalah putra seorang pengkhotbah yang manis

Tags: #A #Aretha Franklin #Amerika

 



Previous
Next Post »

Posting Komentar